Sejarah dan Cara Kerja Teleskop Hubble

Artikel ini akan banyak menjelaskan mengenai sejarah dan cara kerja teleskop. Namun sebelum masuk ke inti pembahasan, perlu diketahui bahwa teleskop Hubble letaknya berada di luar angkasa (berorbit di Bumi).

Jenis teleskop ini sangat banyak jasa-jasanya dalam mengungkap berbagai fenomena dan segala jenis benda langit yang sudah diketahui saat ini merupakan jasa dari penemuan teleskop ini. Nama Hubble sendiri diambil dari penemunya yakni Edwin Hubble seorang astronom terkenal dari AS, sekaligus juga penemu hukum Hubble.


Sejarah Teleskop Hubble

Sekitar tahun 1962, ASNA atau akademi sains nasional di AS membuat sebuah rekomendasi supaya negara adidaya tersebut membangun teleskop di luar angkasa. Tahun 1977 kongres AS mulai mengumpulkan dana untuk membangun mega proyek teleskop tersebut di orbit Bumi.

Dan tepat di tahun yang sama proyek tersebut pun sudah dimulai. Pada dasarnya cara kerja teleskop Hubble ini sama seperti teleskop lainnya yang digunakan untuk meneropong keberadaan benda-benda langit dari Bumi.

Sementara konstruksi untuk teleskop ini sendiri berhasil dirampungkan sekitar tahun 1985. Teleskop ini pun untuk pertama kalinya mengangkasa pada April 1990. Rencana awal yang akan menerbangkan Hubble pada tahun 1986 harus tertunda karena adanya peristiwa yang sangat mengenaskan terjadinya kecelakaan terhadap Challenger.

Kemudian beberapa tahun pasca peluncuran ke luar angkasa Hubble mulai mengirimkan gambar yang tidak jelas dan sangat buram. Sampai akhirnya NASA AS menemukan penyebabnya bahwa teleskop Hubble telah mengalami pergeseran lensa sejauh 1/50.

Dan 3 tahun setelah diluncurkan, yakni tahun 1993 NASA mengirim Endeavor untuk melakukan modifikasi Hubble dengan memasang kamera untuk memperbaiki lensa primer Hubble yang mengalami kerusakan.


Cara Kerja

Banyak orang yang penasaran dengan cara kerja teleskop Hubble seperti apa? Teleskop Hubble awalnya akan menangkap gambar (image) sebagai objek. Pasca gambar berhasil ditangkap sesuai dengan perintah, maka gambar akan diubah terlebih dahulu menjadi kode-kode digital (digital code) untuk memudahkan dilakukan transfer ke bumi dengan menggunakan sebuah antena yang memiliki kemampuan melakukan pengiriman data sampai 1 juta bit per sekon.

Setelah kode-kode tersebut diterima oleh stasiun penerima data dari luar angkasa yang ditempatkan di bumi maka data tersebut akan diubah menjadi foto serta spektograf yakni sebuah alat yang mampu digunakan untuk melakukan pencatatan spektrum astronomikal.

Dahsyatnya, teleskop Hubble ini mampu berjalan sampai 5 mil per detik dan memungkinkannya untuk melakukan perjalanan di luar angkasa sejauh 241 juta kilometer pertahunnya.

Sampai saat ini telah banyak hal yang dilakukan oleh Hubble dan sangat banyak membantu banyak ilmuwan untuk mengobservasi, mempelajari, dan membantu dalm memahami jagat raya yang senantiasa bergerak dinamis.

Hubble juga merupakan teleskop pertama yang berhasil memotret planet ke sepuluh dalam sistem tata surya, Xena, lengkap dengan satelitnya, Gabrielle. Begitulah sejarah dan cara kerja teleskop Hubble yang mengagumkan karena telah banyak sekali membantu kerja para ilmuan.


View the original article here

 
© 2009 Anne Ahira Artikel | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan