Tampilkan postingan dengan label Tentang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang. Tampilkan semua postingan

Ringkasan Tentang Kisah Nabi Muhammad saw

 

Artikel ini berisi tentang kisah Nabi Muhammad saw yang diutus Allah swt untuk menyempurnakan akhlak manusia dan mengeluarkan mereka (manusia) dari zaman Jahiliyah atau zaman kegelapan atau zaman kebodohan. Disebut zaman Jahiliyah karena saat itu manusia hidup dalam kungkungan kebodohan dan masih menyembah berhala sebagai Tuhannya.


Kelahiran Muhammad saw


Muhammad terlahir dari pasangan suami istri Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Beliau dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Disebut Tahun Gajah karena saat itu bertepatan dengan serangan tentara Abrahah yang ingin menghancurkan Ka’bah dengan kendaraan gajah, sekitar 570 Masehi. Namun, tentara itu dihancurkan oleh Allah Swt. dengan cara mengirimkan ribuan, bahkan jutaan, burung Ababil.


Wanita yang Menyusui Muhammad Kecil


Wanita-wanita yang pernah menyusi Nabi Muhammad semasa kecil, di antaranya ibunya sendiri, yakni Aminah binti Wahab, Tsuwaibah Al Aslamiyah, Ummu Aiman, dan Khaulah binti Al Mundzir. Banyaknya wanita yang menyusui Muhammad kecil disebabkan sang ibu tidak memiliki cukup banyak ASI untuk memenuhi keperluan sang bayi.


Pembedahan Dada Muhammad


Ketika Muhammad menginjak usia 3 tahun dalam asuhan Halimah As Sa’diyah, Muhammad didatangi oleh dua orang lelaki berpakaian serba putih. Mereka membedah dada Muhammad, lalu mengeluarkan hatinya dan membersihkannya dari segala kejahatan dan perbuatan buruk. Kemudian, hatinya dipenuhi dengan beragam hikmah dan ilmu.


Kehidupan Nabi Muhammad saw Secara Singkat


Berikut adalah riwayat singkat kehidupan Nabi Muhammad mulai beliau lahir sampai mendapatkan gelar kenabian dan kerasulannya.

Muhammad lahir dalam keadaan yatim. Beliau tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah karena ayahnya meninggal dunia ketika Muhammad masih dalam kandungan.Ketika masih kecil, Muhammad diasuh oleh seorang wanita saleha bernama Halimah as Sa’adah hingga usia 4 tahun.Usia 6 tahun, Muhammad menjadi seorang yatim piatu karena ditinggal mati oleh ibunya.Sepeninggal ibunya, Muhammad diasuh oleh kakeknya bernama Abdul Muthalib yang sangat mencintai dan menyayangi Muhammad.Usia 8 tahun, kakeknya meninggal dunia sehingga Muhammad diasuh oleh pamannya, yakni Abu Thalib.Pada usia 25 tahun, Muhammad menikahi seorang saudagar kaya -yang saat itu berusia 40 tahun- bernama Siti Khadijah.Pada Usia 40 tahun, Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah sebagai tanda kenabian dan kerasulannya.

Karunia bagi Umat Manusia


Ketika Muhammad saw diutus oleh Allah Swt, manusia di alam ini sedang berada dalam zaman Jahiliyah. Mereka banyak melakukan pembunuhan, perampokan, permerkosaan, dan menyembah berhala. Sungguh kedatangan Muhammad merupakan karunia yang sangat besar bagi umat manusia. Beberapa ayat Al-Quran yang menceritakan tentang karunia dan anugerah terbesar bagi orang mukmin dengan diutusnya Muhammad, di antaranya sebagai berikut.


1. Surat Al- Imran Ayat 164


“Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan jiwa merek, dan mengajarkan kepada meraka Al-Kitab serta Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum kedatangan nabi itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”


2. Surat Al-Anbiya Ayat 107


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”


3. Surat At-Taubah Ayat 128


“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari golongan kamu sendiri, berat terasa penderitaannya, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman.


Itulah sedikit ringkasan kisah Nabi Muhammad saw yang tak lain dan tak bukan adalah nabi akhir zaman. Semoga bermanfaat!

Beri rating untuk artikel di atas Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali



View the original article here

Khutbah Shalat Jumat Tentang Kewajiban Bekerja

Berikut adalah salah satu contoh khutbah shalat jumat. 

Alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu, wa na’udzu billahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiati a’malinaa. Man yahdillahu fahuwal muhtadi wa man yudlil falan tajidalahu waliyyan mursyidan. Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah.

Jamaah sidang jumat rahimakumullah,

Marilah selalu kita bertakwa kepada Allah Swt., dalam arti yang sebenar-benarnya. Bukan hanya ucapan, melainkan takwa yang diwujudkan dalam perkataan dan perbuatan, dengan senantiasa menjalankan semua perintah Allah Swt., dan menjauhi segala larangan-Nya, dalam keadaan ramai ataupun sepi. Sungguh beruntung orang yang bertakwa, beruntung di dunia dan bahagia di akhirat.

Jamaah sidang jumat rahimakumullah,

Sesungguhnya manusia memiliki kewajiban menjaga kehidupan dirinya sendiri dan kehidupan orang yang menjadi tanggung jawabnya. Yaitu member nafkah setiap hari berupa makanan, minuman, pakaian dan kebutuhan lainnyayang perlu dicukupi, sesuai dengan kemampuanyang ada. Akan tetapi darimana kebutuhan nafkah bisa diperoleh kalau kita tidak bekerja sambil mengharap rahmat Allah Swt.? Bekerja yang kita lakukan namanya ikhtiar.

Oleh sebab itu, marilah kita rajin dalam berusaha dan bekerja. Bekerja apa saja asal dengan jalan yang benar dan halal. Misalnya, berusaha dan bekerja di bidang pertanian, perdagangan, menjadi buruh atau menjadi pegawai, menjadi pengusaha dalam bidang jasa dan sebagainya. Kalau bidang-bidang itu telah kita usahakan, akan tetapi belum berhasil, kita tidak boleh putus asa. Kita harus mencari jalan lain sehingga Allah Swt., member jalan kelapangan bagi kita. Rasulullah Saw., telah bersabda :

“Carilah rezeki oleh kamu sekalian di dalam tumbuh-tumbuhan bumi.” (HR. Abu Ya’la, Thabarani dan Baihaqi dari Aisyah)

Dalam hadist lain Rasulullah Saw bersabda :

“Carilah segala kebutuhan disertai dengan kebesaran jiwa karena setiap perkara itu berjalan bersama-sama dengan takdir  (ketentuan).” (HR. Ibnu Asyakir dari Abdullah bin Bisyr).

Jamaah sidang jumat rahimakumullah,

Jadi bekerja itu merupakan perbuatan terpuji, bahkan termasuk amalan takwa jika kita mengetahui cara-caranya. Itulah sebabnya orang-orang yang shaleh dan para Nabi pada masa hidupnya tidak pernah melupakan bekerja untuk nafkah keluarganya. Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Daud As., beliau setiap hari tekun membuat pakaian dari besi, lalu dijual kepada kaumnya. Dari hasil itu beliau gunakan untuk mencukupi kebutuhan dirinya, keluarganya, dan untuk menegakkan agama Allah.

Rasulullah Saw., dalam sejarahnya juga termasuk orang yang giat bekerja. Pada mulanya beliau bekerja menggembala kambing milik pamannya. Setelah beliau menginjak usia muda, beliau berdagang menjajakan dagangan Siti Khadijah. Kemudian setelah dewasa dan memperoleh pangkat kenabian, beliau bekerja lewat perjuangan memerangi orang-orang kafir yang menentang agama Islam. Dari peperangan itulah beliau mendapat harta rampasan perang yang kemudian beliau mendapat bagian darinya.

Imam Ahmad bin Hanbal juga mengatakan, bahwa para sahabat Rasulullah Saw., berdagang di daratan dan di lautan, serta mengola kebun kurma. Rasulullah Saw., bersabda :

“Seseorang tidak makan yang lebih baik dari makanan yang ia hasilkan dari pekerjaan tangannya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud As., makan dari hasil pekerjaan tangannya.” (HR. Imam Bukhari)

Lalu bagaimana cara-cara bekerja yang baik dan diridhai oleh Allah, sehingga pekerjaan itu termasuk ibadah yang mendapatkan pahala ? Caranya ialah :

1. Setiap akan berangkat bekerja, niatkanlah untuk beribadah, mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan keluarga. Sebab, segala sesuatu tergantung pada niatnya. Rasulullah Saw., bersabda :
“Sesungguhnya semua amal itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya bagi setiap orang itu tergantung dari apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya itu menuju kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya pun sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya itu menuju kepada dunia yang bakall diperolehnya, atau kepada wanita yangbakal dinikahinya, maka hijrahnya itu sebatas pada apa yang ia hijrahi.  ” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Mencari pekerjaan yang halal dan diridhai Allah. Meskipun hanya menjadi buruh tani atau penjual minuman di pinggir jalan, atau menjadi pegawai rendahan, yang hasilnya tidak seberapa, hal itu lebih baik dari pada menjadi Bandar kasino, tukang tadah, perampok, koruptor dan sebagainya. Rasulullah Saw., bersabda :
“Mencari harta yang halal itu wajib bagi setiap orang Islam.” (HR. Thabrani)

3. Selalu bersyukur kepada Allah Swt., setiap memperoleh hasil meskipun hasilnya sedikit. Jangan sekali-kali menggerutu apabila pekerjaannya tidak memberikan hasil atau untung. Firman Allah Swt., di dalam al Qur’an surah Ibrahim ayat 7 :
“Jika kalian semua bersyukur, niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan, dan jika kamu sekalian ingkar, ingatlah bahwa siksa-Ku sangat pedih.”

4. Jujur, karena kejujuran merupakan modal utama untuk mencapai kesuksesan. Rasulullah Saw. Bersabda:
“Kalian wajib berlaku benar (jujur), karena sesungguhnya kebenaran itu selalu bersama-sama dengan kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan ke surga. Dan takutlah kalian dengan dusta, karena dusta itu selalu bersama-sama dengan kejahatan, dan kejahatan itu tentu menunjukkan kepada neraka.”

Demikian beberapa cara bekerja yang baik dan dirihai Allah Swt. Kalau cara-cara itu bisa diamalkan oleh setiap orang yang bekerja maka dia bukan hanya memperoleh hasil jerih payahnya saja, melainkan juga pahala dari Allah-pun ia perolehnya karena apa yang ia kerjakan itu adalah ibadah.

Jamaah sidang jumat rahimakumullah,

Selain apa yang telah diuraikan diatas, maka perlu kita ketahui pula bahwa di dalam bekerja jangan sampai melupakanibadah wajib yang rutin harus dikerjakan. Misalnya shalat 5 waktu atau shalat jumat, meskipun di saat pekerjaan itu tidak boleh ditinggalkan atau dalam keadaan sibuk.

Justru hal itu adalah ujian yang berat bagi kita. Karenanya hentikan pekerjaan untuk sementara waktu, lalu tunaikan shalat dengan khusyu’, selanjutnya selesaikanlah pekerjaan itu dengan baik. Itulah realisasi takwa dalam bekerja, sebagaimana yang diisyaratkan Allah Swt dalam firman-Nya yaitu dalam surah al-Jumuah ayat 10:

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi , dan carilah karunia Allah dan selalulah mengingat Allah supaya kamu beruntung.”  

Jelaslah bahwa bekerja memiliki nilai yang sangat luhur dan mendapat tempat tersendiri di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Dengan bekerja telah memberikan makna “keberadaan diri kita di hadapan Allah dan Rasul-Nya”. Bagi kita yang telah menyadari makna bekerja, akan menghadirkan nuansa dan suasana ketenangan batin yang didasarkan atas rasa keimanan kita kepada Allah Swt.

Secara optimal kita bekerja, berarti kita telah menyiapkan diri untuk menjadi yang terbaik. Secara tidak langsung kita telah menyadari bahwa bumi dihamparkan bukan sekedar tempat kita menumpang hidup, melainkan justru untuk kita olah sedemikian rupa agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan lebih berarti.

“Barang siapa yang di waktu sorenya merasa kelelahan karena bekerja, berkarya dengan tangannya sendiri, maka di waktu sore itu pulalah ia terampuni dosanya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Semoga Allah Swt., memberikan petunjuk kepada dalam bekerja sehingga pekerjaan kita selalu diwarnai dengan ketakwaan. Amin.

Baarakallahu lii walakum bil qur’anil ‘adzim wa nafa’anii wa iyyakum bil ayaati wa dzikril hakim. Wa taqabbala minni waminkum tilawatahu innahu huwas sami’ul ‘alimm. Wa qul rabbighfir warham wa anta khairur rahimin.


View the original article here

Sekilas Tentang Yahudi, Agamanya Israel

Yahudi merupakan sebuah kata yang merujuk pada sebuah agama dan suku bangsa. Sebagai agama, kata yahudi merujuk pada umat yang memeluk agama Yahudi. Agama Yahudi merupakan kombinasi antara agama dan suku bangsa. Agama Yahudi adalah kepercayaan yang dianut oleh orang atau bangsa Yahudi.

Kata yahudi diambil dari salah satu marga dari dua belas leluhur Suku Israel, yaitu Yehuda. Suku Yehuda ini memiliki keturunan yang paling banyak di antara suku lainnya. Akhirnya, secara keseluruhan bangsa Israel, tanpa memandang warga negara atau tanah airnya, dikatakan sebagai orang Yahudi. Begitupun, dengan seluruh umat yang menganut ajaran Yahudi disebut dengan nama yang sama, yaitu orang Yahudi.

Bangsa Yahudi adalah penduduk yang bermukim di Israel maupun orang Israel yang bermukim di luar negeri. Kepercayaan penganut bangsa Yahudi berpangkal pada wujudnya Tuhan yang Maha Esa, sebagai pencipta dunia yang telah menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan di Mesir, menurunkan undang-undang Tuhan (Torah) kepada bangsa Yahudi, dan memeilih bangsa Yahudi sebagai cahaya bagi umat manusia di dunia.

Kitab suci agama Yahudi menuliskan bahwa Tuhan telah membuat perjanjian dengan Abraham. Perjanjian itu mengatakan bahwa Abraham dan generasi penerusnya akan diberi rahmat jika mereka selalu beriman kepada Tuhan. Kemudian, perjanjian tersebut diulangi oleh anak Abraham, Ishak, dan diwariskan lagi kepada cucu Abraham, yaitu Yakub.

Karena Ishak dan Yakub yang menurunkan bangsa Yahudi, bangsa Yahudi meyakini bahwa merekalah yang merupakan bangsa yang terpilih. Pemeluk agama Yahudi dipilih untuk menjalankan tugas-tugas dan tanggung jawab khusus, seperti mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta beriman kepada Tuhan.

Sebagai balasan dari tugas-tugas yang telah dijalankan, pemeluk agama Yahudi akan menerima cinta dan perlindungan Tuhan. Kemudian, Tuhan menganugerahkan pemilik agama Yahudi Sepuluh Perintah Tuhan melalui pemimpin agama Yahudi, Musa.

Sinagoga adalah tempat beribadah agama Yahudi. Tempat ini menjadi pusat masyarakat dan keagamaan yang utama bagi umat Yahudi. Sementara, pemimpin keagamaan Yahudi disebut Rabi.

Kitab agama Yahudi disebut Tanakh. Kitab ini terdiri atas 24 buku yang terbagi menjadi 3 kumpulan. Berikut ini kitab-kitab agama Yahudi.

Torah atau Taurat (Pentateuch). Kitab ini dalam bahasa Ibrani adalah lima kitab pertama Tanakh atau Alkitab Perjanjian Lama. Kelima kitab yang terkandung dalam Taurat, yaitu Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Kelima Kitab ini dianggap penting oleh pemeluk agama Yahudi karena memuat peraturan yang dipercaya ditulis langsung oleh Musa.Nevi’im (para nabi). Kitab ini berisikan delapan kitab.Ketubim (Tulisan). Kitab ini terbagi menjadi sebelas kitab.

Selain kitab-kitab tersebut, ada yang disebut Talmud. Talmud adalah terjemahan dan komentar mengenai torah dari para rabi dan cendekiawan undang-undang.

Sabtu adalah hari utama bagi umat Yahudi yang biasa disebut hari Sabat. Hari Sabat ini dirayakan dari mulai matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu. Perayaan hari Sabat dirayakan dengan cara menyalakan lilin, minum anggur, dan roti yang telah diberkati. Selain itu, ada hari besar lain, yaitu Hashanah (Tahun Baru) dan Yom Kippur (Hari Penerimaan Tobat).


View the original article here

Sekilas Tentang Pengertian Barang dan Jasa

Barang dan jasa mempunyai definisi yang sangat luas dari kehidupan kita sehari-hari. Karena pada dasarnya barang dan jasa merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Luasnya pengertian barang dan jasa menyebabkan timbul banyak asumsi yang disimpulkan oleh para ahli tentang pengertian barang dan jasa.

Pada kesempatan kali ini terdapat sedikit kesimpulan yang didapat dari para ahli yang mengenai pengertian barang dan jasa yang akan dibahas satu persatu.

Pengertian Barang

Barang merupakan setiap benda baik yang berwujud maupun tidak berwujud, bergerak atau pun tidak bergerak, yang mempunyai banyak tujuan seperti diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen.

Pembagian Barang

Barang merupakan sesuatu yang banyak sekali macamnya. Namun, secara garis besar, benda di bagi dalam barang berwujud dan tidak berwujud dan barang bergerak serta barang tidak bergerak.

Barang berwujud merupakan barang yang mempunyai wujud tertentu, contoh dari barang ini seperti buku, pulpen dan lain sebagainya. Barang tak berwujud merupakan barang yang tidak mempunyai wujud tertentu, contoh dari barang ini seperti gas, air dan lains sebagainya.

Barang bergerak sendiri diartikan sebagai barang yang dapat berpindah tempat dari satu trempat ke tempat yang lain baik dengan cara berpindah sendiri maupun dipindahkan, contoh dari barang ini yaitu kapal, perahu dan lain sebagainya.

Sementara barang tidak bergerak merupakan benda yang tidak dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Contoh dari benda ini, yaitu tanah, pohon yang masih menancap akarnya di dalam tanah, dan lain sebagainya.

Pengertian Jasa

Philip Kotler menjelaskan bahwa jasa merupakan setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun.

Christian Gronross menyatakan bahwa jasa merupakan proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang, dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi stas masalah pelanggan.

Sesuatu bisa disebut dengan jasa bila mempunyai karakteristik seperti di bawah ini, seperti:

1. Intangibility (Tidak berwujud)

Yang dimaksud dengan tidak berwujud, yakni jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar atau diraba.

2. Heterogenitas

Jasa merupakan sesuatu yang tidak mempunyai standar, hal ini karena jasa berupa suatu kinerja yang dihasilkan, maka tidak ada hasil dari jasa yang sama walaupun dikerjakan oleh orang yang sama.

3. Perishability (Tidak tahan lama)

Yang tidak dapat disimpan atau digunakan karena pada dasarnya jasa merupakan sesuatu yang langsung dikonsumsi pada saat diberikan.

4. Inseparability (Tidak dapat dipisahkan)

Yang dimaksud dengan tidak dapt dipisahkan yakni jasa tidak dapat dipisahkan dari pemberi jasa itu sendiri, baik yang bersifat perorangan maupun yang bersifat organisasi.


View the original article here

Materi Khutbah Jumat Tentang Ujian dan Musibah

Berikut adalah salah satu contoh materi khutbah jumat.

Alhamdulillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu, wa na’udzu billahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiati a’malinaa. Man yahdillahu fahuwal muhtadi wa man yudlil falan tajidalahu waliyyan mursyidan. Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah.

Jemaah sidang jumat rahimakumullah,

Di dalam menempuh perjalanan hidup dunia yang fana (tidak abadi) ini, ummat manusia senantiasa mendapat ujian dan musibah. Silih berganti datangnya ujian dan berbagai macam bentuk musibah yang menimpa kehidupan manusia.

Allah Swt., berfirman kepada hamba-Nya sebagai berikut :

“Apakah manusia menyangka bahwa mereka akan dibiarkan berkata : Kami telah beriman, tetapi mereka tidak diuji ?” Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang dahulu sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui siapa orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut : 2 dan 3)

Ujian dan musibah itu sudah berlaku dan terjadi kepada ummat manusia sejak zaman dahulu kala, bahkan terjadi kepada diri dan keluarga para Nabi dan Rasul Allah, seperti yang terjadi pada keluarga Nabi Ya’kub As. Yaitu ketika putra Nabi Ya’kub As., yang bernama Yusuf dibuang oleh saudara-saudaranya, dengan cara menipu orang tuanya. Setelah beberapa tahun lamanya Yusuf belum ditemukan, kemudian Benyamin juga tertahan di Mesir. Maka Nabi Ya’kub As., mengalami kesedihan dan penderitaan, ujian dan musibah datang silih berganti tidak henti-hentinya.

Perjalanan hidup manusia tidak selalu mendatar di atas jalan yang licin, adakalanya mereka berjalan mendaki di atas bukit dan menurun ke jurang melalui batu-batu kerikil, bahkan mereka diserbu angin topan di padang pasir dan dihempas gelombang sambung menyambung di samudra luas.

Dalam menghadapi ujian dan musibah itu, pertahanan yang sangat ampuh adalah bersikap sabar. Pengertian sabar menurut arti bahasa ialah: “Teguh hati tanpa mengeluh di timpa bencana”. Sabar itu adalah sikap dan pancaran yang timbul dari dalam hati yang paling dalam karena sikap taslim atau istislam, yakni berserah diri kepada ketentuan Ilahi, setelah berusaha dengan segala kemampuan yang dimilikinya.

Orang yang bersikap sabar sebelum melaksanakan usaha atau ikhtiar secara bersungguh-sungguh itu namanya malas. Dan orang yang bersikap sabar demikian karena tiada pilihan lain menerima saja, juga tidak dinamakan sabar, tetapi sikap itu adalah berputus asa.

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya tidak putus asa dari rahmat Allah melainkan kaum kafir.” (QS. Yusuf : 87)

Jemaah sidang jumat rahimakumullah,

Begitu ummat yang pandai mengambil hikmah dan pelajaran dari ujian dan musibah itu, akan tampillah mereka menjadi ummat yang benar-benar beriman, karena firman Allah Swt., di atas memberikan keterangan kepada ummat yang beriman, sebagai berikut :

1.       Ummat yang beriman senantiasa akan diuji di dalam perjuangan hidupnya, baik pribadi dan keluarganya, maupun jamaahnya.

2.       Ummat sebelum ummat manusia yang sekarang inipun telah diberikan berbagai ujian, seperti pada Nabi, Rasul, sahabat ulama dan pemimpin Islam.

3.       Ujian dan musibah itu adalah untuk memilih siapa di antara ummat manusia yang tabah dan teguh memegang akidah, dan siapa di antara ummatnya yang sabar dan ikhlas atau yang pembohong.

Ujian dan musibah itu datang dalam berbagai macam bentuk dan sifatnya, seperti yang dijelaskan Allah Swt., didalam Al Qur’an sebagai berikut :

“Sesungguhnya Kami akan beri kamu ujian dengan sebagian daripada ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa dan buah-buahan; dan berilah berita yang menyenangkan kepada mereka yang sabar. ” (QS. Al Baqarah: 155)

Firman Allah Swt., itu memberikan 5 macam bentuk ujian dan musibah, yaitu :

1.       Sifat takut (Al khauf)
Sifat takut ini dimiliki manusia sejak zaman dahulu, di samping memiliki sifat pemberani. Nabi Muhammad Saw., dan para sahabatnya walaupun sudah melakukan hijrah, namun ancaman dan tekanan dan orang-orang kafir dan musyrik di Mekkah terus dilancarkan dalam berbagai bentuk tekanan dan intimidasinya.

Setelah tiba di kota Madinah Nabi Muhammad Saw., dan para sahabatnya disambut oleh kaum Anshar, juga mendapat ancaman dari kabilah di luar kota Madinah, fitnah datang dari kaum Yahudi di Madinah, dan bangsa Romawi yang memegang kekuasaan di bagian utara juga akan menyerang Rasulullah Saw.

Kenyataan sifat takut itu pun dimiliki ummat Islam dewasa ini dalam menyampaikan dakwah dan ajaran Islam. Di antara sebab kemunduran ummat Islam dewasa ini adalah karena sifat takut itu banyak menguasai diri ummat Islam.

Sifat takut itu dapat mematikan semangat dan cita-cita, dan dapat melumpuhkan semangat perjuangan, bahkan sifat takut itu mendorong orang mendiamkan kejahatan dan kemungkaran, karena takut menegakkan keadilan dan kebenaran hanya untuk keselamatan diri sendiri.

2.       Kelaparan (Al Juu’)
Kelaparan dan kemiskinan tidak hanya terjadi pada zaman Rasulullah Saw., saja karena perjalanan hijrahnya, pada masa kini pun banyak terjadi kematian karena kelaparan, bukan hanya di Afrika terutama di Somalia, tetapi di dalam media cetak sudah diberitakan di Papua Barat sejak tahun 1982 samapai 1984 sejumlah orang mati karena kelaparan.

3.       Kekurangan harta benda (Naqsun minal amwaali)
Ketika Rasulullah Saw., dan para sahabatnya hijrah, tidak membawa harta benda, yang mereka selamatkan hanyalah keyakinanagama Islam, hijrah yang dilakukannya hanyalah membawa cita-cita aqidahnya. Dewasa ini pun ummat manusia terancam kekurangan harta benda karena rugi dalam perdagangan, atau terkena musibah kebanjiran dan kebakaran.

4.       Terancam keselamatan jiwa (Al Anfus)
Pada waktu Rasulullah Saw., dan sahabatnya hijrah dari Mekkah ke Madinah, kelurganya ditinggalkan, istri dan anak-anak ditinggalkan, hidup menanggung derita penuh ujian dan diliputi musibah. Ancaman dari kaum kafir dan musyrik berupa pembunuhan dan pembantaian sangat ganas dan beringas yang banyak mengakibatkan kematian di pihak ummat Islam. Dewasa ini ancaman keselamatan jiwa ummat Islam di berbagai Negara yang ada di dunia ini terus berlangung, seperti di Palestina, Afrika, Afghanistan, Pakistan dan sebagainya.

5.       Kekurangan buah-buahan (Ats Tsamarat)

Akibat dari hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw., sehingga para pengikutnya meninggalkan kebun-kebun kurma sebagai sumber makanan pokok pada waktu itu. Dan saat ini pun ummat manusia mengalami kekurangan buah-buahan atau sumber makanan pokok, karena kesukaran mencari tanah untuk bertani, atau sering terjadi kekeringan dan kebanjiran oleh karena kesalahan manusia dalam mengolah tanah dan hutan.

Hutan dibabat yang menimbulkan kebanjiran, atau kekeringan yang menimbulkan kebakaran-kebakaran atau pohon buah-buahan itu dimakan hama sehingga tidak menghasilkan buah-buahan yang sangat diperlukan.

Jemaah sidang jumat rahimakumullah,

Ummat manusia dahulu dan sekarang senantiasa diuji oleh Allah Saw., perbedaannya terletak hanya pada situasi dan kondisi lingkungan hidupnya, dan terletak pada peristiwanya saja. Namun semua ujian dan musibah itu akan dirasakan oleh ummat manusia sebagai derita yang menimpa hidupnya.

Setelah ummat manusia secara merata terkena ujian dan berbagai macam bentuk musibah, Allah Swt., memerintahkan kepada Rasul-Nya

“Sampaikanlah berita gembira kepada ummat yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 155)

Baarakallahu lii walakum bil qur’anil ‘adzim wa nafa’anii wa iyyakum bil ayaati wa dzikril hakim. Wa taqabbala minni waminkum tilawatahu innahu huwas sami’ul ‘alimm. Wa qul rabbighfir warham wa anta khairur rahiminn. 


View the original article here

Tentang Atmosfer: Selimut Tebal Gas Bumi

logo anne ahiraAsian Brain Support$("#boxes").load("#dialog");Permisi, numpang lewat sebentar...! :-)Saya ingin mengucapkan TERIMA KASIH Anda telah mengunjungi situs saya!Jika Anda saya undang menjadi bagian dari "Asian Brain Community" mau enggak? Mau dong! :-)Karena Anda akan mendapatkan segudang manfaat! Salah satunya, Anda akan mendapatkan tips menarik setiap minggu - Gratis! Mulai dari tips bisnis, motivasi, cerita lucu, dan masih banyak lagi!Silakan masukkan data Anda di bawah! Saya yakin Anda akan senang menjadi bagian dari Asian Brain Community. Sampai ketemu di Forum! Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali

Setiap kali bernapas, kita menghirup udara Bumi. Kita tidak bisa melihat, mencium, atau merasakan udara Bumi. Udara berada di sekeliling kita. Planet-planet lain juga memiliki atmosfer. Berbicara tentang atmosfer tidak akan lepas dari Bumi dan luar angkasa. Atmosfer adalah selimut gas yang mengelilingi planet atau objek lain di luar angkasa.

 Atmosfer Bumi Adalah Udara

Atmosfer Bumi tersusun atas campuran gas yang disebut udara. Udara mengandung lebih banyak nitrogen dibanding gas lainnya. Dalam udara, terkandung 78 persen nitrogen. Oksigen, gas yang paling penting untuk menjaga kita tetap hidup, terkandung sebanyak 21 persen. Bumi merupakan planet yang memiliki banyak oksigen dalam atmosfernya.

Uap air dan gas lainnya juga juga terkandung dalam atmosfer Bumi. Akan tetapi, dalam jumlah kecil. Kekuatan gravitasi menjaga atmosfer tetap berada di tempatnya. Tanpa adanya gravitasi, udara dalam atmosfer Bumi akan mengapung ke angkasa. Gravitasi adalah kekuatan yang juga menjaga kita tetap berada di Bumi.

 Berat Udara

 Udara memiliki berat. Kita tidak bisa merasakan berat udara, tetapi semua udara dalam atmosfer terdorong ke bawah. Berat ini disebut tekanan atmosfer. Tekanan atmosfer bergantung pada seberapa banyak gas berada di atmosfer. Semakin tinggi kita pergi, semakin sedikit udara dan semakin rendah tekanan atmosfernya. Lapisan atmosfer akan semakin berat dan tekanan atmosfer semakin tinggi ketika mendekati Bumi.

Perbedaan suhu udara dekat Bumi membentuk daerah yang bertekanan tinggi dan rendah. Udara hangat memiliki berat ringan dan naik ke permukaan hingga menciptakan daerah tekanan rendah. Udara dingin berat dan turun hingga menciptakan wilayah bertekanan tinggi.

Cuaca dan Atmosfer

 Udara dalam atmosfer selalu bergerak. Kita bisa merasakan udara meniup muka. Kita bisa melihat udara menggugurkan daun-daun. Udara yang bergerak tersebut disebut angin. Angin berembus ketika daerah yang bertekanan atmosfer tinggi dan rendah bertemu. Ketika udara hangat naik, udara dingin segera menggantikan tempatnya.

Wilayah-wilayah besar bertekanan atmosfer tinggi dan rendah akan menyebabkan badai. Badai kilat terkadang terjadi saat wilayah besar bertekanan tinggi dan rendah bersatu. Awan kilat besar terbentuk di tempat-tempat ini. Uap air di atmosfer membentuk awan. Uap air adalah gas. Ketika gas mendingin, berubah menjadi air. Air tersebut jatuh ke Bumi sebagai hujan atau salju.

Lapisan Kue Udara

Lapisan atmosfer Bumi terentang kira-kira 9.600 kilometer di atas permukaan Bumi. Kita mungkin bisa mengira bahwa atmosfer memiliki beberapa lapisan. Kebanyakan cuaca kita berasal dari angin, perubahan suhu, dan uap air yang berada di atas lapisan terdekat dengan permukaan Bumi. Lapisan ini sebut troposfer. Awan yang kita lihat di langit mengapung di troposfer.

Stratosfer adalah lapisan di atas troposfer. Pesawat jet terbang di stratosfer karena lapisan ini hanya memiliki sedikit awan tinggi dan biasanya tipis. Lapisan ozon Bumi berada di stratosfer. Lapisan ozon menyerap atau mengaburkan sinar-sinar membahayakan dari Matahari. Sinar-sinar mematikan ini kemungkinan akan menghancurkan kehidupan apabila mencapai permukaan Bumi.

Atmosfer pada lapisan berikutnya semakin tipis, yaitu mesosfer dan termosfer. Lapisan atas atmosfer Bumi adalah eksosfer. Atmosfer berakhir di lapisan ini, berjarak kira-kira 9.600 kilometer di atas permukaan Bumi. Udara tipis di lapisan ini bergabung dengan luar angkasa.

Atmosfer pada Planet-Planet Lain

Beberapa planet memiliki gas yang mengelilingi atmosfernya. Merkurius, planet terdekat ke Matahari tidak memiliki atmosfer. Pluto jaraknya sangat jauh dari Matahari, suhunya sangat dingin yang terkadang atmosfernya membeku. Gas dalam atmosfer Pluto berubah menjadi es.

Di beberapa planet, terdapat pita-pita awan berwarna dalam atmosfernya. Gas yang dikenal dengan metan membuat atmosfer Neptunus dan Uranus terlihat lembut dan biru. Jupiter memiliki badai putar dalam atmosfernya yang disebut dengan Great Red Spot yang menyerupai badai raksasa.

Beri rating untuk artikel di atas Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali


View the original article here

 
© 2009 Anne Ahira Artikel | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan