Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Materi Tarbiyah bagi Wanita Muslimah

Tarbiyah secara spesifik dapat diartikan sebagai upaya mendidik, memelihara, menjaga dan meningkatkan nilai-nilai keshalehan seseorang agar tetap berada pada lingkaran jamaah kaum Muslimin, tetap komitmen dengan pemhamaman dan pelaksanaan segala bentuk amal ibadah harian dan terpelihara dari hal-hal yang jauh dari keridhaan Allah swt.

Tarbiyah merupakan upaya penjagaan terhadap komitmen seseorang dalam melaksanakan ajaran agamanya melalui berbagai suplemen perangkat-perangkat dan materi tarbiyah. Semua perangkat itu dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pemahaman seseorang terhadap Islam, mendukung proses tarbiyah serta membantu seseorang meningkatkan keshalehan diri. Upaya tarbiyah merupakan upaya terus menerus yang dilakukan seumur hidup, sebab manusia merupakan tempat lalai dan lupa.


Urgensi Tarbiyah

Apakah sebetulnya membuat tarbiyah itu menjadi penting dan urgen bagi manusia? Mengapa manusia membutuhkan penjagaan diri melalui materi tarbiyah dan perangkat-perangkatnya? Berikut beberapa alasan mengapa manusia membutuhkan tarbiyah;

Karena manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang memiliki sifat lupa. Maka tarbiyah dalam hal ini berfungsi untuk mengingatkan dan menjaga manusia dari fitrah lupanyanya tersebut. Meskipun demikian, memang diakui bahwa tarbiyah tidak lantas menjamin seseorang akan masuk surga.

Tarbiyah bukanlah segala-galanya, namun segala-galanya tersebut dapat dicapai melalui tarbiyah. Tarbiyah merupakan cara dan sarana. Sedangkan orang-orang yang telah melalui tarbiyah masih banyak salah, bagaimana dengan mereka yang tidak mau tarbiyah?

Fitrah manusia membutuhkan hidup mengelompok. Manusia tak dapat hidup sendiri, oleh sebab itu seorang Muslim sangat perlu bergabung dengan sebuah jamaah kaum Muslimin yang diyakininya dapat membawa pada kebaikan diri baik di dunia maupun akhirat. Dan tarbiyah menawarkan jamaah Muslimin yang dapat menjaga seorang Muslim dari berbagai kebutuhan diri sebagai manusia yang membutuhkan kehidupan sosial (berjamaah).Karena manusia memiliki tabiat sifat yang lemah dan bodoh. Tarbiyah akan memberikan pencerahan terhadap kejahilan manusia dalam mengenal Tuhan dan agamanya. Melalui perantaraan ilmu, maka kehidupan seseorang akan menjadi terang dan bersinar. Tarbiyah mengajak seseorang untuk lebih banyak belajar dan mengkaji ilmu-ilmu yang akan bermanfaat bagi kehidupan seseorang baik di dunia maupun akhirat.


Tarbiyah bagi Muslimah

Muslimah merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam Islam. Seorang wanita Muslim memiliki peran di berbagai bidang terkait agamanya. Melalui materi tarbiyah yang diterima oleh seorang Muslimah tiap pekannnya, diharapkan bahwa Muslimah tersebut mampu tumbuh memberikan sumbangsih yang cukup besar terhadap perjuangan gerak dakwah Islam di muka bumi.

Berikut peran dan kiprah seorang Muslimah yang telah tertarbiyah dan rutin mendapat suntikan perangkat dan materi tarbiyah di tengah masyarakat, agama dan keluarga;

Melalui tarbiyah, seorang Muslimah dapat meningkatkan ilmu dan wawasannya. Tak hanya soal ilmu agama, namun juga berbagai keterampilan, skill, kepemimpinan dan sebagainya. Tarbiyah akan membuat seseorang yang semula bodoh akan menjadi pintar. Muslimah yang pintar tentu akan lebih berkontribusi dalam agama ketimbang Muslimah bodoh.Melalui tarbiyah, seorang Muslimah diharapkan mampu mendukung dakwah suami. Inilah kontribusi yang cukup penting bagi seorang Muslimah yang telah tertarbiyah. Ia akan mengerti dan memahami bagaimana beratnya beban dakwah yang dipikul suami sehingga ia pun akan ikut ambil peran terhadap perjuangan dakwah.

Ia akan memberi semangat dan motivasi yang besar terhadap suaminya untuk melakukan dakwah, tidak malah sebaliknya menghalang-halangi dakwah sang suami.

Melaluu tarbiyah, Muslimah akan sukses mendidik anak. Tarbiyah melahirkan pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai agama. Pemahaman tersebut akan berbuah pada kesabaran diri yang baik. Dengan modal kesabaran, seorang ibu akan sukses mendidik anaknya, ditambah lagi dengan berbagai pengetahuan penting yang ia peroleh melalui tarbiyah.Melalui tarbiyah, seorang Muslimah akan sukses eksis di tengah masyarakat. Modal pengetahuan dan berbagai skill yang dimiliki oleh Muslimah akan mengantarkan dirinya dibutuhkan oleh masyarakat.  

View the original article here

Kedudukan Muslimah dalam Islam

 

Bagaimana sebenarnya kedudukan perempuan atau muslimah dalam Islam? Berdasarkan hadis nabi, perempuan adalah harta terindah di dunia, seolah semua makhluk yang hidup di tempat fana ini berpusat kepadanya. Dengan keindahan dan kelembutannya, perempuan memang memainkan peran penting dalam kehidupan. Bahkan, dalam tataran tertentu, kehidupan sebuah kelompok bisa dilihat dari perempuan.


Jika perempuan tersebut baik dan diperlakukan dengan baik pula, kelompok tersebut, baik berupa keluarga (lingkup masyarakat terkecil) hingga negara (lingkup masyarakat terbesar), merupakan kelompok baik. Sebaliknya, jika perempuan merendahkan diri dan/atau direndahkan oleh kelompoknya, jelas kelompok tersebut sangat bermasalah.


Perempuan Zaman Jahiliyyah


Pada zaman Jahiliyyah, kedudukan perempuan sangat rendah. Hal ini dicatat oleh Bashiruddin Mahmud Ahmad dalam Riwayat Hidup Rasulullah SAW sebagai berikut.


“Wanita tak mempunyai kedudukan dan hak dalam masyarakat Arab ini. Di antara mereka, ada yang beranggapan bahwa membunuh anak perempuan adalah perbuatan terhormat... Macam-macam cara dilakukan guna pembunuhan bayi perempuan itu, di antaranya mengubur hidup-hidup atau dengan jalan mencekik.”


Perempuan dalam Islam


Islam memiliki terobosan penting dengan menyerukan persamaan hak perempuan dan laki-laki. Misalnya, dalam menuntut ilmu, ada ucapan nabi, “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah." Artinya, tidak ada dominasi lelaki terhadap pengetahuan atau upaya mengasingkan perempuan dari ilmu. Semua muslim setara di depan pengetahuan. Kasus tersebut hanyalah sebuah contoh.


Dalam praktik sehari-hari, nabi begitu terbiasa menyayangi istri-istri beliau. Dalam Kimia Kebahagiaan, Al-Ghazali mencatat perilaku nabi terhadap istri-istri beliau sebagai berikut, “Nabi Muhammad SAW sendiri selalu menanggung dengan sabar tingkah laku istri-istrinya." Saking halusnya perangai nabi, istri-istri beliau dengan bangga mengisahkan hal ini kepada istri-istri sahabat sehingga istri para sahabat “iri”.


Alkisah, suatu hari istri Umar bin Khattab marah dan mengomeli sahabat nabi tersebut. Melihat istrinya marah, padahal dalam adat Jahiliyyah sudah selayaknya istri tunduk buta pada suami, Umar berkata kepada istrinya, "Hai kau yang berlidah tajam, berani kau menjawabku?"


Istrinya Istri Umar menjawab, "Ya, penghulu para nabi lebih baik daripadamu, sedangkan istri-istrinya saja mendebatnya." Umar terperanjat mendengar ini. Ia buru-buru berkata, "Celakalah Hafshah jika ia tidak merendahkan dirinya sendiri."


Maksudnya, sudah sepantasnya istri nabi sangat patuh kepada suami yang tidak tega memarahi istri. Padahal, nyaris semua suami mudah membentak, memaki, atau kadang memukul istri pada zaman tersebut. Umar ingin agar Hafshah yang mendapat anugerah luar biasa, diperlakukan sang suami dengan begitu mulia, harus memperlakukan sang suami dengan cara lebih mulia lagi.


Oleh karena itu, ketika berjumpa Hafshah, Umar berkata, "Awas, kau jangan mendebat Rasul!” Perilaku Nabi Muhammad SAW yang bertentangan dengan adat Jahiliyyah ini (dan kadang juga bertentangan dengan adat yang kita anut sekarang) menggambarkan betapa vitalnya masalah perempuan dalam sebuah umat.


View the original article here

 
© 2009 Anne Ahira Artikel | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan