Tampilkan postingan dengan label Hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hujan. Tampilkan semua postingan

Meteor Dan Fenomena Hujan Meteor

Sebenarnya, meteor itu penampakan jalan jatuhnya sebuah benda langit yang bernama meteorid ke wilayah atmosfer planet kita. Masyarakat awam biasa menyebutnya sebagai bintang jatuh karena bentuknya seperti cahaya terang yang bergerak cepat ke arah bumi.

Terkadang, meteor yang menembus lapisan atmosfer tidak sampai ke permukaan bumi karena habis terbakar akibat bergesekan dengan atmosfer. Namun terkadang juga meteor tidak habis terbakar dan jatuh sebagai sebuah batu meteorit.


Hujan Meteor

Pada saat pergantian tahun 2010 ke 2011 yang lalu, terjadi sebuah peristiwa alam yang memukau, yaitu fenomena hujan meteor. Hujan meteor adalah kejadian jatuhnya meteor melintasi atmosfer Bumi dalam jumlah banyak, sehingga menyerupai hujan. Hal ini terjadi karena planet Bumi melintas dekat dengan orbit sebuah komet. Bagian-bagian komet yang berupa serpihan kecil terbakar saat masuk ke atmosfer, hingga nampak seperti hujan sinar yang sangat indah.

Planet Bumi cukup sering mengalami hujan meteor karena melintasi beberapa komet yang orbitnya memang dekat dengan wilayah edar Bumi. Diantaranya adalah, meteor Lyrids, meteor Quadrantid dan disusul dengan hujan meteor Delta Cancrids.

Beberapa memang tidak melintas di atas langit Indonesia, hingga beritanya tidak didengar oleh masyarakat tanah air, kecuali hujan meteor Lyrids yang terjadi saat tahun baru. Ia melintasi wilayah utara Indonesia sehingga dapat dilihat oleh masyarakat lewat mata telanjang, atau dengan bantuan teleskop.


Kiamat Akibat Meteor?

Beberapa waktu lalu juga terjadi sebuah peristiwa yang menghebohkan masyarakat Indonesia dengan hancurnya 4 rumah yang terdapat di wilayah Jakarta. Peneliti LAPAN mengatakan ada indikasi bahwa penyebab hancurnya 4 rumah itu adalah akibat jatuhnya batu meteor.

Besarnya batu meteor yang menimpa 4 rumah di Jakarta dan menimbulkan ledakan tersebut dikabarkan hanya sebesar telur ayam. Namun kekuatan dan daya hancurnya sangat dahsyat. Itu terjadi karena gaya yang dihasilkan akibat kecepatan batu tersebut saat masuk ke dalam atmosfer sangat besar.

Bahkan, di jaman dahulu, dinosaurus dan beberapa makhluk purba lainnya sampai mengalami kepunahan karena dahsyatnya efek jatuh batu meteor yang ukurannya cukup besar, sehingga mengakibatkan gelombang pasang raksasa. Sungguh dahsyat kekuatan alam yang dapat menghancurkan kehidupan di planet ini.


View the original article here

Penyebab Hujan Meteor

Hujan meteor adalah sebuah peristiwa alam, dimana pada saat itu terdapat meteor yang meluncur masuk ke dalam atmosfir bumi dalam jumlah yang sangat banyak. Biasanya, hal tersebut bisa dijumpai ketika langit dalam kondisi gelap atau malam hari dan didukung oleh cuaca yang cerah.

Peristiwa tersebut dinamakan hujan meteor mengingat jumlah batuan meteor yang bertebaran di langit menciptakan fenomena alam seperti curahan air hujan. Hal ini karena memang jumlah meteor tersebut sangat banyak dan memijarkan cahaya sebagai akibat terbakarnya batu meteor tersebut karena peristiwa pergesekan dengan lapisan atmosfir. Gesekan itulah yang memicu munculnya api pijar yang nampak indah ketika terlihat dari bumi.

Hujan meteor ini tidak terlalu membahayakan bagi penduduk di bumi. Oleh karenanya, ketika fenomena ini terjadi banyak orang yang berusaha untuk bisa melihatnya secara langsung. Sebab, ketika peristiwa tersebut berlangsung, mampu menciptakan pemandangan yang menakjubkan seperti dalam sebuah pesta kembang api dalam perayaan tahun baru.

Langit malam yang biasanya gelap dan hanya diterangi oleh cahaya bintang dan bulan, menjadi nampak semarak oleh luncuran batu meteor yang beterbangan ke berbagai arah. Bahkan, dari atas bumi proses luncuran batu meteor tersebut seakan-akan nampak berasal dari satu titik luncur yang sama. Padahal, dalam kenyataannya batu-batu tersebut beterbangan dari titik luncur yang berbeda-beda.


Penyebab Hujan Meteor

Hujan meteor ini merupakan sebuah fenomena alam yang bisa diprediksikan kapan terjadinya. Hal ini dimungkinkan karena para ilmuwan sudah mampu menganalisa tentang penyebab terjadinya hujan meteor yang terjadi secara periodik. Meski pun wilayah yang terkena hujan meteor ini tidak selalu sama, namun pola waktu kapan peristiwa itu berlangsung sudah bisa diramalkan.

Penyebab terjadinya hujan meteor ini adalah diakibatkan adanya pertemuan lintasan orbit komet dan lintasan orbit bumi. Di mana hal ini terjadi karena lintasan orbit membentuk konsep elips, yang memungkinkan adanya pertemuan waktu kedua orbit saling berdekatan.

Pada saat berdekatan itulah, volume meteor yang masuk ke atmostfir bumi mengalami peningkatan secara pesat. Sehingga hal ini yang menyebabkan terjadinya hujan meteor di sebagian wilayah bumi.

Dari perhitungan lintasan orbit bumi dan komet, bisa diketahui waktu yang memungkinkan volume terjadinya hujan meteor meningkat. Biasanya, hujan meteor akan sering terjadi pada 1 Oktober hingga 1 Desember. Hal itu terjadi karena pada waktu tersebut, orbit bumi dan komet akan saling berdekatan atau bertemu.

Sementara pada tanggal 1 Januari hingga 1 April, biasanya interval hujan meteor sangat jarang terjadi. Kondisi ini terjadi karena pada rentang waktu tersebut, lintasan orbit bumi dan komet dalam posisi yang saling berjauhan.  


View the original article here

 
© 2009 Anne Ahira Artikel | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan